Friday 18 December 2009

Sebungkus tisu itu..

"nih..ambil aja, kamu lagi nyari-nyari ini kan??"
Suaranya datar, tanpa ekspresi dan senyuman, Dari tangannya terulur sebungkus tisu yang di tanggapi diam olehku. Hening sesaat sebelum akhirnya ku tersadar bahwa tisu adalah yang paling kubutuhkan saat ini.

"ter.. terima kasih.." jawabku sembari menggigil dan mengelap wajah. Semenit yang lalu, ku berlari dari arah stasiun dan berteduh di halte ini. Badanku basah kuyup, dan ku sibuk mencari-cari sapu tangan yang biasanya tersimpan rapi di tas. Ah.. tak ada, ku cari lagi di kantong celana juga sama, hm.. tak biasanya ku meninggalkan benda yang satu itu. berkali kali ku mencari sampai si gadis itu memecah keheningan dengan sebungkus tisunya.

Halte itu sesak oleh orang-orang yang berebut untuk berteduh, suara deras hujan mengiringi untaian nada keberkahan. Akupun duduk diam mengeringkan diri dengan sebungkus tisu. Ia kini duduk di sampingku, memegang erat tas yang sedari tadi berada dipangkuannya. Dari sosoknya, terlihat bahwa ia sama sepertiku, mahasiswa baru yang sesaat lalu selesai menjalani orientasi kampus hari pertama. Pakaiannya putih hitam, rok hitam, kemeja putih, dibalut dengan jilbab biru.

"Capek ya, hari pertama, besok ada lagi.. " Suaranya memecah keheningan diantara kami,Wajahnya menatap lurus ke depan. ia seperti membaca pikiranku, dan akupun berusaha menanggapinya setenang mungkin "eh..eh ya, namanya juga mahasiswa baru, ikutin aja dulu alur yang ada.. " usahaku gagal, ada nada kegugupan dari jawabanku. Degap jantung ini entah kenapa terasa makin kencang.

"
Hujan.. Aku suka wanginya, aroma tanah yang disirami air langit..ada rasa kehidupan di dalamnya..terkadang aku merasa puas hanya dengan menikmati saat2 ini.." Ia pun memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Terdiam sesaat menahan nafas, sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas kembali yang diiringi dengan senyuman. Aku mencuri pandang, Semesta pun ikut terpaku bersamaku, terlihat sosok bidadari turun dari langit.

*** Bersambung..

3 comments:

  1. ciecie, romantis amat.... hihihi

    hujan emang romantis

    ReplyDelete
  2. jarang2 bt tulisan dgn genre seperti ini.. hehehe lanjut...g sabar baca kelanjutannya

    ReplyDelete
  3. Lagi nyengir-nyengir baca eh bersambung :p

    ReplyDelete