Satu tahun media ini berdiri. Dasar pemikirannya cukup sederhana. Berbagi ilmu dan berdialektika tentang berbagai hal. Sehingga setiap jejak yang terukir dalam buku besar kehidupan, dapat tercatat dengan lebih bijak dan arif dalam catatan-catatan paling pinggir.
catatan (paling) pinggir menjaring beberapa kenangan. kiprahnya selama ini dalam dunia per-blog-an mendapat beberapa apresiasi. bentuknya bisa dalam banyak hal diantaranya kritik serta saran. saya masih ingat beberapa kritik tentang pendapat saya mengenai rokok dan kebangkitan bangsa. atau mungkin keseluruhan postingan saya. sungguh nikmat melihat ide dan pemikiran saya di kritisi. sehingga saya berucap "alhamdulillah" karena membantu peningkatan kualitas diri saya sebagai user dari catatan (paling) pinggir.
Semoga kehadirannya menambah kebermanfaatan diri dan orang-orang sekitar saya.
Tak banyak yang bisa saya ucapkan selain semoga teman-teman/handai taulan menikmati sajian di blog ini.
Terima kasih atas apresiasi, kritik, dan sarannya selama ini.
20 Agustus 2007 - 20 Agustus 2008
Thursday, 21 August 2008
Monday, 18 August 2008
Kelompok Marginal
Kelompok marginal, layaknya nama yang disandangnya, terpinggirkan dan tak diperhitungkan. Terbentuknya kelompok ini bukan tanpa sebab. Dalam lingkungan dimana perempuan unggul secara kuantitas, eksistensi para lelaki seolah terbiaskan oleh dominasi mereka. Mungkin, ini yang terjadi di Fakultas ku tercinta. Para lelaki yang eksistensi-nya mendahului esensi.
Esensinya manusia adalah sama, tak ada yang berbeda baik lelaki maupun perempuan. Namun, ketika eksistensi mendahului esensi, beginilah jadinya. Para lelaki yang mau tak mau, suka tak suka, harus menghadapi realita bahwa mereka minoritas. Bergabung bersama kelompok mayoritas (baca:perempuan) nampaknya agak sulit bagi mereka. Karena, seperti yang kita ketahui bersama nature mereka saling berbeda. Lelaki tak terlalu memikirkan bagaimana hasil dari pekerjaan mereka, yang penting selesai tepat waktu walaupun H-1(baca:H min satu). Sedangkan perempuan sangat jarang bekerja dalam tekanan waktu. Pekerjaan mereka pun secara umum selesai dengan sempurna.
Tentu saja, ada faktor lain yang menjadi penyebab terbentuknya kelompok ini, salah satunya mungkin karena mereka memang tidak dapat bergabung dalam kelompok perempuan. Mereka sebenarnya ingin bergabung bahkan sangat ingin tapi karena track record mereka yang buruk (deadliners, prokastinaers, dll) akhirnya mereka harus menerima kenyataan ini. Walaupun, ya..ada beberapa kelompok perempuan yang kasihan melihat mereka luntang-lantung dan dengan sangat terpaksa (mungkin) menerima mereka dalam kelompok. Yah..ironis memang, tapi mau gimana lagi?? Overall, Ini hasil observational learning, mungkin masih banyak perbedaan lain yang bisa dituliskan dan menjadi penyebab terbentuknya kelompok marginal, para lelaki.
Kelompok marginal, terbentuk karena nature yang berbeda. Merasa nyaman akan karakter yang mereka miliki, membuat para lelaki berkumpul dan berikrar tuk bahu membahu dalam kelompok ini. Walaupun dalam hati, mereka tetap berharap “mudah-mudahan semester ini gak gabung mereka lagi”. Yah apa mau dikata, mereka akhirnya bergabung kembali. Dan mereka berusaha menikmati keadaan serta tetap berusaha untuk survive setidaknya dalam satu semester itu. Berharap-harap cemas hasil yang didapatkan tak terlalu jelek-jelek amat.
Namun, kini berbeda, kelompok marginal telah diakui eksistensinya. Esensi mereka sebagai makhluk yang dianugerahi kemampuan yang sama mulai terlihat. Beberapa mata kuliah dimana mereka bersama menyelesaikan tugas kelompok, memperlihatkan hasil yang cukup baik. Bahkan di beberapa presentasi, kelompok ini dipuji karena mampu menyajikan analisis yang akurat dan mendalam mengenai suatu permasalahan. Sulit dipercaya memang dengan waktu penyelesaian yang singkat yakni H-1, dengan rata-rata kelompok lain menyelesaikannya H-30.
Luar biasa memang kelompok marginal. Mereka telah dapat mendahului eksistensi tuk memperlihatkan esensi mereka. Dan nampaknya kelompok marginal telah diperhitungkan dalam dunia per-tugas-an kelompok.
Semangat kelompok marginal, mari songsong semester baru yang kini tinggal menghitung hari.
-ditujukan kepada teman-temanku sesama lelaki dan satu korps dalam kelompok. kalian emang the best abis deh.., tinggal satu semester lagi bung!- he.he..
Esensinya manusia adalah sama, tak ada yang berbeda baik lelaki maupun perempuan. Namun, ketika eksistensi mendahului esensi, beginilah jadinya. Para lelaki yang mau tak mau, suka tak suka, harus menghadapi realita bahwa mereka minoritas. Bergabung bersama kelompok mayoritas (baca:perempuan) nampaknya agak sulit bagi mereka. Karena, seperti yang kita ketahui bersama nature mereka saling berbeda. Lelaki tak terlalu memikirkan bagaimana hasil dari pekerjaan mereka, yang penting selesai tepat waktu walaupun H-1(baca:H min satu). Sedangkan perempuan sangat jarang bekerja dalam tekanan waktu. Pekerjaan mereka pun secara umum selesai dengan sempurna.
Tentu saja, ada faktor lain yang menjadi penyebab terbentuknya kelompok ini, salah satunya mungkin karena mereka memang tidak dapat bergabung dalam kelompok perempuan. Mereka sebenarnya ingin bergabung bahkan sangat ingin tapi karena track record mereka yang buruk (deadliners, prokastinaers, dll) akhirnya mereka harus menerima kenyataan ini. Walaupun, ya..ada beberapa kelompok perempuan yang kasihan melihat mereka luntang-lantung dan dengan sangat terpaksa (mungkin) menerima mereka dalam kelompok. Yah..ironis memang, tapi mau gimana lagi?? Overall, Ini hasil observational learning, mungkin masih banyak perbedaan lain yang bisa dituliskan dan menjadi penyebab terbentuknya kelompok marginal, para lelaki.
Kelompok marginal, terbentuk karena nature yang berbeda. Merasa nyaman akan karakter yang mereka miliki, membuat para lelaki berkumpul dan berikrar tuk bahu membahu dalam kelompok ini. Walaupun dalam hati, mereka tetap berharap “mudah-mudahan semester ini gak gabung mereka lagi”. Yah apa mau dikata, mereka akhirnya bergabung kembali. Dan mereka berusaha menikmati keadaan serta tetap berusaha untuk survive setidaknya dalam satu semester itu. Berharap-harap cemas hasil yang didapatkan tak terlalu jelek-jelek amat.
Namun, kini berbeda, kelompok marginal telah diakui eksistensinya. Esensi mereka sebagai makhluk yang dianugerahi kemampuan yang sama mulai terlihat. Beberapa mata kuliah dimana mereka bersama menyelesaikan tugas kelompok, memperlihatkan hasil yang cukup baik. Bahkan di beberapa presentasi, kelompok ini dipuji karena mampu menyajikan analisis yang akurat dan mendalam mengenai suatu permasalahan. Sulit dipercaya memang dengan waktu penyelesaian yang singkat yakni H-1, dengan rata-rata kelompok lain menyelesaikannya H-30.
Luar biasa memang kelompok marginal. Mereka telah dapat mendahului eksistensi tuk memperlihatkan esensi mereka. Dan nampaknya kelompok marginal telah diperhitungkan dalam dunia per-tugas-an kelompok.
Semangat kelompok marginal, mari songsong semester baru yang kini tinggal menghitung hari.
-ditujukan kepada teman-temanku sesama lelaki dan satu korps dalam kelompok. kalian emang the best abis deh.., tinggal satu semester lagi bung!- he.he..
Sunday, 17 August 2008
Sertifikat
Yah,,setelah sekian lama menikmati kesendirian dan kesunyian kostan baru. Akhirnya ku menyempatkan diri mampir ke asrama ku dulu. asrama PPSDMS lenteng agung no. 20. Banyak perubahan yang terjadi. Dan ku merasa semakin baik dari waktu ke waktu. Tak ada lagi piring-piring kotor yang bertebaran tak beraturan di dapur. Ataupun kamar mandi yang lusuh dan penuh noda. Intinya kesalahan-kesalahan kecil namun berdampak besar itu, tak lagi terlihat. Ku berpikir, mungkin ini hakikat yang selama ini terlupakan dari kami. Memikirkan hal-hal besar, namun yang kecil sering terlupakan. dan perbaikan itu terlihat di angkatan 4.
Tentunya, kedatanganku kali ini bukan tanpa maksud. karena telah sekian lama, Moch. Faisal alias Ical, Manajer Asrama angkatan 4 dan temanku di angkatan 3 memanggil ku untuk mengambil beberapa hal yang masih tertinggal di asrama. Sebenarnya barang itu harus sudah diberikan saat PKN 3 kemarin. Tapi teman-teman angkatan 3 baru dapat menyempatkan diri mengambilnya hari ini, ahad 17 agustus 2008.
Teman-teman yang lain telah lebih dulu mengambilnya. Sedari sore mereka datang, bersenda gurau sesaat, melepaskan rindu yang selama ini terpendam. Aku baru sempat datang, sehabis maghrib. Ketika ku datang mereka sebagian besar telah pergi karena masih banyak urusan yang harus mereka selesaikan. Agak kecewa memang, tapi apa boleh buat, untuk calon-calon pembesar seperti mereka, Waktu nampaknya sungguh berharga, dan ku memaklumi itu.
Saat ku datang, asrama sepi dari penghuninya. junior-junior ku (bila bisa disebut itu) angkatan 4 sedang melakukan kunjungan ke warga sekitar, sebagai bentuk upaya menjalin hubungan yang lebih baik dengan warga. Melihat keadaan asrama yang sepi, pandanganku beralih ke komputer yang terletak di ruang tengah. Membayangkan kembali memory-memory indah dengan komputer itu. Fasilitas internetnya membuatku sempat dijuluki si penguasa komputer ruang tengah. tersenyum mengingat kejadian itu membuatku tergerak untuk kembali mengulang memory itu. Dan akhirnya ditengah sepinya asrama, ku kembali berinteraksi dengan komputer ruang tengah.
Saat akan memulai, ku melihat beberapa map yang tergeletak tak bertuan di samping komputer. Penasaran akan benda yang terdapat di dalamnya membuatku tergoda tuk membuka isinya juga. Kenyataan bahwa map itu tidak hanya satu membuatku semakin penasaran. dalam hati ku bertanya, mungkin ini barang yang dimaksud.
Ternyata di dalamnya terukir beberapa kalimat.
SERTIFIKAT
Tegar Hamzah
Peserta PPSDMS Nurul Fikri regional 1 Jakarta
(Departemen Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tahun 2005)
Telah menyelesaikan Program pembinaan PPSDMS angkatan III periode 1 agustus 2006-31 juli 2008
selanjutnya yang bersangkutan berhak menyandang predikat sebagai
Alumni PPSDMS Nurul Fikri
berikut segala hak dan kewajiban yang terkait dengan itu, dan akan terus terlibat aktif bersama seluruh komponen bangsa dalam upaya membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
Jakarta, 31 Juli 2008
Direktur
Drs. Musholli
Tentunya, kedatanganku kali ini bukan tanpa maksud. karena telah sekian lama, Moch. Faisal alias Ical, Manajer Asrama angkatan 4 dan temanku di angkatan 3 memanggil ku untuk mengambil beberapa hal yang masih tertinggal di asrama. Sebenarnya barang itu harus sudah diberikan saat PKN 3 kemarin. Tapi teman-teman angkatan 3 baru dapat menyempatkan diri mengambilnya hari ini, ahad 17 agustus 2008.
Teman-teman yang lain telah lebih dulu mengambilnya. Sedari sore mereka datang, bersenda gurau sesaat, melepaskan rindu yang selama ini terpendam. Aku baru sempat datang, sehabis maghrib. Ketika ku datang mereka sebagian besar telah pergi karena masih banyak urusan yang harus mereka selesaikan. Agak kecewa memang, tapi apa boleh buat, untuk calon-calon pembesar seperti mereka, Waktu nampaknya sungguh berharga, dan ku memaklumi itu.
Saat ku datang, asrama sepi dari penghuninya. junior-junior ku (bila bisa disebut itu) angkatan 4 sedang melakukan kunjungan ke warga sekitar, sebagai bentuk upaya menjalin hubungan yang lebih baik dengan warga. Melihat keadaan asrama yang sepi, pandanganku beralih ke komputer yang terletak di ruang tengah. Membayangkan kembali memory-memory indah dengan komputer itu. Fasilitas internetnya membuatku sempat dijuluki si penguasa komputer ruang tengah. tersenyum mengingat kejadian itu membuatku tergerak untuk kembali mengulang memory itu. Dan akhirnya ditengah sepinya asrama, ku kembali berinteraksi dengan komputer ruang tengah.
Saat akan memulai, ku melihat beberapa map yang tergeletak tak bertuan di samping komputer. Penasaran akan benda yang terdapat di dalamnya membuatku tergoda tuk membuka isinya juga. Kenyataan bahwa map itu tidak hanya satu membuatku semakin penasaran. dalam hati ku bertanya, mungkin ini barang yang dimaksud.
Ternyata di dalamnya terukir beberapa kalimat.
SERTIFIKAT
Tegar Hamzah
Peserta PPSDMS Nurul Fikri regional 1 Jakarta
(Departemen Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia tahun 2005)
Telah menyelesaikan Program pembinaan PPSDMS angkatan III periode 1 agustus 2006-31 juli 2008
selanjutnya yang bersangkutan berhak menyandang predikat sebagai
Alumni PPSDMS Nurul Fikri
berikut segala hak dan kewajiban yang terkait dengan itu, dan akan terus terlibat aktif bersama seluruh komponen bangsa dalam upaya membangun Indonesia yang lebih baik dan bermartabat
Jakarta, 31 Juli 2008
Direktur
Drs. Musholli
dan dalam kesendirian ini, tak terasa air mataku menetes. Ternyata telah banyak yang terjadi selama dua tahun itu.
Subscribe to:
Posts (Atom)