Monday, 9 June 2008

Hikayat si Pembuka Jalan...

Sedari dulu memang begitu..

Dirinya kan selalu menjadi pembuka jalan bagi seseorang..si penerima jalan

Tak ada yang salah memang.

Terlebih, sembari menambah amal kebaikannya yang selalu kurang.

Membuatnya berpikir bahwa Tuhan telah menakdirkan dirinya untuk selalu menjadi pembuka jalan bagi si penerima jalan.

Namun… terkadang, si penerima jalan mengacuhkan, ataupun tak menghiraukan dirinya.

Penerima jalan terlalu sibuk dengan kesendirian dan keasyikannya dengan kesunyian.

Mencoba menilai segalanya dari perspektif seorang victim, yang tak mungkin lagi diharapkan tuk diselamatkan.

“biarkan ku larut, dan barbaur dalam kebisuan”…

hah...peliknya permasalahan kian dirasakannya sebagai pembuka jalan. karena nampaknya, ia juga turut membukakan hati seseorang untuk  si penerima jalan, tidak hanya membukakan jalan saja rupanya...

ha..ha.. ku tertawa melihatnya, sungguh luar biasa, karena ku tahu, dalam dada si pembuka jalan, ia mengharapkan hati itu terbuka untuknya, bukan untuk si penerima jalan. tapi apa daya, sudah takdirnya sebagai pembuka jalan,,,ups,,sekaligus pembuka hati.

***

tapi ingat..pembuka jalan tak selamanya dapat bertahan seperti ini, ada kalanya ia membuka jalannya sendiri…

dan mungkin kini saatnya…

 

Tuesday, 3 June 2008

Sungguh...Ia Tinggi dan Tidak Ada yang lebih Tinggi Darinya..

Di sela waktu antara UAS psikometri dan kodet (masih aja sempet-sempet nulis), saya mencoba untuk menuliskan beberapa hal. Nampaknya tangan ini sudah tidak sabar untuk menulis (baca:mengetik) sesuatu yang wah…terjadi hari ahad lalu di silang Monas Jakarta.

Nampaknya kita semua telah mengetahui apa peristiwa Wah!!  yang saya maksudkan. Kalau ada yang gak tau berarti gak pernah nyimak berita atau emang lagi terisolasi di daerah terpencil nun jauh di sana. Masih ada yang belum tau??

Baiklah..saya akan beritahu..

Peristiwa ini adalah bentrok antara FPI dengan massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan berkeyakinan (AKK-BB). Sepertinya kata bentrok disini kurang pas namun tak apa karena tidak ada lagi sebuah kata yang pas untuk menggambarkan hal ini ahad lalu. Karena bentrok idealnya adalah sebuah baku hantam antara satu pihak dengan pihak lain. Sedangkan kemarin secara umum terlihat massa FPI yang dominan menghantam massa AKK-BB. Diluar konteks siapa yang menghantam, siapa yang tidak, saya ingin melihat kejadian ini dari perspektif syariat dan aturan yang saya pahami selama ini.

Setahu saya, selama saya belajar dan mendalami islam, menegakkan yang hak dan mencegah kemungkaran merupakan kewajiban setiap muslim. Dalilnya?? Ada ..

Barang siapa yang melihat kemungkaran maka hendaknya cegahlah dengan tanganmu..

Apabila kamu tidak mampu maka dengan lisanmu..

Apabila kamu tidak mampu juga maka cegahlah dengan hatimu, dan ini adalah selemah-lemahnya iman.

Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim ini sudah cukup nampaknya menjadi sebuah landasan bagi kita untuk menegakkan yang makruf dan mencegah kemungkaran.

Namun, kita juga perlu memperhatikan secara seksama. Hadits ini hanya mengatur person-to-person, bukan group-to-group ataupun person-to-group. Karena group-to-group merupakan ranah yang luas dan hendaknya diatur oleh sebuah kelompok ataupun instansi yang telah mumpuni. Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang diakibatkan kebodohan individu yang tidak berlandaskan ilmu dalam mencegah kemungkaran. Dalam hal ini kelompok yang dimaksud adalah sebuah negara yang berlandaskan syariat islam.

Lebih jauh, instansi ini mempunyai perpanjangan tangan berupa polisi syariah yang dikenal dengan wilayatul mustahib. Sebuah organisasi yang memang khusus diberikan legitimasi secara syar’i dalam mencegah kemungkaran. Mereka mempunyai wewenang untuk menindak secara tegas segala pelanggaran syariah yang dilakukan individu ataupun kelompok dalam wilayah suatu negara. Sehingga menjamin setiap warga negara untuk menjalankan syariat dengan lebih tenang.

Lalu…??bagaimana dengan FPI. Dengan tidak mengurangi rasa hormat atas Itikad baik yang dilakukan FPI, saya berpendapat bahwa FPI BELUM PUNYA WEWENANG untuk melakukan hal ini. Dengan menindak tegas dan cenderung brutal terhadap sebuah kelompok ataupun individu. Karena negara kita belum ataupun tidak berlandaskan syariat islam, sehingga aturan jamaah belum dapat diberlakukan. Setiap kita saat ini masih bertanggung jawab, setidaknya, terhadap diri sendiri, keluarga ataupun masyarakat sekitar kita masing-masing. Walaupun saya berpendapat bahwa hadirnya sebuah jamaah ataupun daulah islamiyah bukanlah sebuah prioritas utama saat ini. Karena perbaikan kondisi umat dalam hal ekonomi, social, dan budaya serta akidah hendaknya mempunyai proporsi yang lebih besar saat ini.

Kesimpulannya adalah mari kita tunjukkan islam yang rahmatan lil alamin dengan sesuatu yang lebih berharga dan indah. Dibandingkan dengan hanya menunjukkan kekerasan yang mungkin hanya menjadi bagian kecil dari islam, itupun dalam hal-hal yang melanggar aqidah dan syariah.

Sungguh..      Al-Islamu ya’lu wa laa yu’la ‘alaih… 

 

 

Monday, 2 June 2008

Setengah Tahun yang Berlalu

Waktu cepat sekali berputar. Kini diriku telah mendekati setengah tahun kepengurusan di lembaga legislatif fakultas, MPM psiko UI tercinta. Banyak duka tapi tak sedikit pula suka yang terekam dalam memory. Tawa, canda, bahkan tangis telah kami lalui bersama. Mencoba mengemban amanah dengan format berbeda. Make MPM as a second family.

 
        Dengan format ini, kami membawa perubahan besar-besaran di MPM Psiko. Mengubah paradigma konstituen terhadap MPM Psiko menjadi lebih baik. semuanya berkat format baru ini.

 
Tapi...apakah dengan format ini prinsip kepemimpinan yang kuyakini menjadi berubah??..

 
Tentu tidak...karena prinsip kepemimpinan ini akan (semoga) selalu kupegang teguh di manapun kuberada..

 

seperti kata bang Arif Munandar 

"klo lo mau jadi pemimpin yang efektif, dimanapun lo berada, lo harus menerapkan dua hal ini. 

keras dan fairness..menerapkan ketegasan dan keadilan dalam organisasi yang lo pimpin..

lo mesti bisa menciptakan itu dalam organisasi lo..klo lo gagal..selamanya lo bakal gagal buat jadi pemimpin di manapun"


kira-kira selama ini gw nerapin ini gak ya??gak tau lah...


Baik Bang.. InsyaAlloh saya siap!!