Thursday, 29 January 2009

Hujan Bulan Juni

Hujan Bulan Juni



tak ada yang lebih tabah

dari hujan juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

.

tak ada yang lebih bijak

dari bulan juni

dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

.

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu

*untukmu: aku ingin menjadi hujan bulan juni itu

dari kumpulan sajak-sajak Sapardi Djoko Darmono

Tuesday, 20 January 2009

Pemimpin itu...

Dalam lubuk hati terdalamnya, manusia tak dapat memungkiri bahwa terkadang muncul letupan dan gejolak yang tak terelakkan. Apalagi tatkala melihat sebuah hal yang ia yakini sebelumnya dibenturkan dengan sebuah fakta empirik. Dimana mayoritas manusia, tanpa terkecuali, meyakininya sebagai kemurnian akhlak dan kebaikan. Disonansi kognitif pun terjadi, dibenturkannya keyakinan lama dengan fakta baru yang menggoyahkan membuat seseorang melakukan beberapa tindakan.

1. Mengubah pandangannya terhadap pemahaman lama,
2. mengubah pandangannya disertai dengan melakukan sebuah tindakan, dan
3. lari dari kenyataan dan tetap bertahan dengan keyakinan lamanya.

Kalau saya terus terang cenderung memilih yang nomor 2. karena saya yakin bahwa kemurnian akhlak dan kebaikan adalah hikmah yang tersebar di muka bumi atas kebaikan sang pencipta. Ia merupakan nature dan terberi di dunia ini. Kasih sayang seorang ibu pada anaknya, kesederhanaan seorang pemimpin, kejujuran seorang yang miskin ketika ia dihadapkan pada dua pilihan antara mengembalikan barang temuan berharga dengan tangisan anaknya di rumah, dan lain sebagainya. Banyak hal yang merupakan hikmah dan tidak dipungkiri merupakan kecenderungan yang disenangi dan diikuti manusia.

Seperti ketika seorang ahmadinejad ternyata selalu membawa roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.




atau ternyata ia lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut ketika menginap di sebuah tempat penginapan dalam acara kunjungan kenegaraan.




atau ketika sholat, kita dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka karena ia tak merasa sebuah aib ketika seorang presiden harus bergumul dengan rakyatnya di shaf belakang.



Melihat hal ini saya pun mengatakan pada diri saya
"hal inilah yang disebut dengan kebaikan, inilah sebuah akhlak, inilah yang hendaknya dimiliki oleh setiap pemimpin. Pemimpin idaman yang di dambakan umat. Anggaplah kini ia seorang syiah, yang secara tak langsung bertentangan dengan keyakinan yang saya miliki. Tapi tak terelakkan bahwa ini hikmah yang ia pancarkan,
bahwa ia pemimpin yang memang patut dicontoh oleh mayoritas pemimpin dunia islam(yang sebagian besar Sunni atau bahasa lainnya ahlussunnah). Dimana sebagian diantaranya sibuk untuk sekedar menego pemain sepakbola kelas dunia disaat sebagian besar saudaranya menjadi pesakitan di palestina sana."

Salam takzim dan hormat saya berikan pada anda wahai pemimpin hebat. Semoga anda dapat menjadi teladan bagi sebagian besar pemimpin islam yang kini benar-benar menjadi pesakitan. Dimana sebagian diantara mereka, ketika (mungkin) melihat tulisan ini, sekedar mengubah pandangannya terhadap pemahaman lamannya, atau bahkan lari dari kenyataan dan meringkuk pada kemunafikan diri masing-masing.

Sunday, 18 January 2009

Alur peperangan di gaza(Versi Tegar Hamzah, Fact or Fiction??)

A. Penyebab:
Versi Israel:
1. Membantai teroris karena kami satu madzhab dengan Amerika Serikat. Kolega kami tersayang.

2. Hadiah akhir jabatan untuk kolega terdekat kami, George W. Bush, sebelum ia turun jabatan. Karena kami yakin dan sangat yakin Iraq dan Afghanistan belum cukup memuaskan hatinya. Jadilah kami memberikan hadiah manis. Semoga ia dengan senang hati dan ridho menerimanya.

3. Penyerangan Hamas dengan roket ke daerah kami. Yah..walau tak banyak dampak negatif dari serangan itu. Setidaknya kami berusaha mempertahankan Negara kami, warga kami atas serangan Hamas tersebut. Karena kami Negara yang berdaulat(??)

Versi Hamas:
1. Blokade israel terhadap asupan bantuan bagi warga gaza.

2. dilanggarnya segala bentuk perjanjian damai oleh Israel. Dimana sebagian besar perjanjian itu jika dipatuhi oleh kedua belah pihak setidaknya sedikit banyak membuat gaza cukup kondusif bagi warga sipil beraktivitas. Tapi terkadang Israel secara sepihak mengklaim bahwa hamas menyerang pemukiman yahudi, dan secara sepihak pula menyerang secara membabi buta daerah-daerah pemukiman penduduk palestina. Bukankah ini berarti melanggar perjanjian??

3. Roket dan persenjataan yang kami punya sekedar mempertahankan diri dari serangan brutal zionis. Roket yang kami luncurkan pun sekedar respon atas penyerangan terhadap penduduk sipil di daerah gaza. Berbeda dengan Israel yang menyerang penduduk sipil dengan roket dan bom mereka, kami tidak sama sekali menyerang penduduk sipil Israel. Bagaimana mau menyerang, sampaipun tidak roket itu ke daerah Israel. Meskipun sampai, paling hanya sampai perbatasan.

B. Kronologis Pertempuran 22 hari
Versi Israel:
Kami memulai serangan ke titik-titik vital yang kami sinyalir menjadi tempat persembunyian hamas. Dengan menggunakan Pesawat tempur kami memulai serangan. Dirasakan tidak efektif maka kami lanjutkan dengan serangan darat. Menggunakan Tank-tank dan pasukan yang merangsek masuk ke gaza, kami mulai pembersihan anggota hamas hingga ke jantung persembunyian mereka berada.

Telah banyak hasil yang kami dapatkan, beberapa anggota hamas tewas dalam serangan kami. Titik-titik vital hamas berhasil kami lumpuhkan. Masjid, rumah sakit, sekolah atau perguruan tinggi yang kami sinyalir menjadi sarang persembunyian. Kami yakin tempat-tempat itu sebenarnya hanya kamuflase dari hamas agar bebas bergerak sehingga tidak ter identifikasi oleh pasukan kami. Perkara warga sipil yang menjadi korban? itu hanya pencitraan media yang tidak proporsional dalam pemberitaan serangan ke gaza. Juru bicara kami mengatakan bahwa korban sipil tidak sebanyak pemberitaan di media.

Sekarang di hari ke 22 gencatan senjata kami upayakan. Karena kami sudah mencapai target penyerangan yakni Hamas yang berhasil kami lumpuhkan. Disamping karena kami menghormati kolega baru kami yang nantinya akan dilantik. Tidak layak bagi kami menyediakan sajian berupa penyerangan disaat hari bersejarah baginya. Yang diharapkan nantinya ia merespon secara positif upaya kami ini. Dan tergerak hatinya untuk tetap mendukung aktivitas-aktivitas zionis. Karena dari kabar burung yang beredar, ia orang yang cinta damai.

Versi Hamas:
Kami terus dan akan terus berjuang melawan zionis di tanah suci palestina. Perjanjian damai hanya angan kosong jika itu dilakukan dengan zionis Israel yahudi. Tengoklah sejarah panjang pertempuran palestina dan zionis. Berapa banyak resolusi yang tercapai dan berapa banyak pula yang benar-benar ditaati oleh Israel??

Karena kami tahu bahwa percuma saja melakukan negosiasi dengan mereka maka tiada kata lain selain berjuang sampai syahid menjemput. Roket yang kami luncurkan sekedar menegaskan pada dunia bahwa kami tidak akan menyerah kecuali dengan perlawanan. Perlawanan yang menjadi symbol perjuangan rakyat palestina terhadap zionis Israel. Yang hingga hari ini telah berhasil membuktikan pada warga dunia bahwa rakyat palestina begitu kuat dan takkan sudi tunduk dihadapan zionis Israel.

Gencatan senjata?? Haha.. tidak ada satupun di dunia ini gencatan senjata tanpa dihadiri oleh kedua belah pihak. Hanya Israel di dunia ini yang melakukan gencatan senjata secara sepihak. Itupun mereka lakukan hanya dengan menarik mundur tentara mereka hingga perbatasan. Sebagai bentuk rasa frustasi mereka karena tak dapat mengalahkan kami. Yang membuat mereka kalap sehingga membunuh dan membantai lebih banyak warga sipil. Saya yakin, meski ini bernama gencatan senjata, yahudi zionis itu dapat sewaktu-waktu melakukan tindakan kotor dengan menyerang secara tiba-tiba ke daerah gaza. Karena mungkin asumsi mereka, kami sedang beristirahat dan tidak bersiap. Tapi tidak, sekali lagi tidak, kami akan selalu waspada terhadap kalian wahai zionis. Berbekal sejarah kami tahu busuknya kalian.